Back to Blog
Theological ReflectionJune 10, 2026Revd. Hermawan

Allah yang Berdiam Bersama Umat-Nya (Yosua 6; Lukas 21:5–38)

Dalam Yosua 6, tembok Yerikho runtuh ketika Tabut Perjanjian—tanda kehadiran Allah—berjalan di depan umat-Nya. Tuhan bukanlah Allah yang jauh atau terbatas pada suatu tempat tertentu; Ia adalah Allah yang datang untuk berdiam di tengah umat-Nya, memimpin mereka masuk ke dalam janji-janji-Nya.

Dalam Lukas 21, Yesus menubuatkan kehancuran Bait Allah. Bangunan megah yang begitu mengagumkan bagi banyak orang itu tidak akan bertahan. Mengapa? Karena tujuan Allah tidak pernah hanya untuk mendiami sebuah bangunan. Bait Allah telah dicemari oleh korupsi rohani dan ketidakpercayaan, sehingga penghakiman akan datang atasnya.

Namun kisah ini bukan sekadar tentang kehancuran. Ini adalah penyataan tentang hati Allah. Tuhan lebih rindu berdiam bersama umat-Nya daripada tinggal dalam bangunan yang dibuat oleh tangan manusia. Dalam Yesus Kristus, Allah datang dan tinggal di tengah-tengah kita, dan melalui Roh Kudus-Nya Ia menjadikan umat-Nya sebagai tempat kediaman-Nya. Tempat kediaman Allah yang sejati bukanlah bait yang telah rusak oleh dosa, melainkan komunitas yang telah ditebus dan dikumpulkan di sekitar Kristus.

Karena itu, pengharapan kita tidak terletak pada lembaga-lembaga duniawi, betapapun megah dan mengesankannya, melainkan pada hadirat Allah yang hidup. Kerajaan-kerajaan bangkit dan runtuh, kota-kota dibangun dan dihancurkan, tetapi Kristus tetap menyertai umat-Nya untuk selama-lamanya.

Doa Kolekta

Ya Tuhan Allah, yang berkenan berdiam di tengah umat-Mu: jauhkanlah kami dari kepercayaan yang berlebihan kepada hal-hal lahiriah, dan ajarlah kami untuk menaruh keyakinan kami hanya pada hadirat-Mu. Jadikanlah kami tempat kediaman yang kudus bagi Roh-Mu, agar kami tetap setia sampai kedatangan Putra-Mu, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Thoughts on this post?

We'd love to hear your reflections or answer any questions you might have about this devotional.

Contact Our Pastoral Team
Allah yang Berdiam Bersama Umat-Nya (Yosua 6; Lukas 21:5–38) | Blog | Providence Anglican Church